Minggu, 24 Mei 2015

PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN GURU DI INDONESIA

Di era profesionalisme guru, kapabilitas guru menjadi ranah yang harus berkembang secara kontinyu. Butuh kesadaran, kemauan dan tekad setiap insan pendidik untuk senantiasa mengembangkan profesionalismenya. Tanpa ada upaya pengembangan diri secara kontinyu maka pentasbihan sebagai guru profesional tidak memberi value added (nilai tambah) bagi dirinya, organisasi profesinya, dan tentu berakhir pada kualitas pendidikan nasional Indonesia. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) merupakan pembaruan secara sadar akan pengetahuan dan peningkatan kompetensi guru sepanjang kehidupan kerjanya. PKB dilaksanakan dalam upaya mewujudkan guru yang profesional, bermartabat dan sejahtera; sehingga guru dapat berpartisipasi aktif untuk membentuk insan Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang maha Esa, unggul dalam ilmu pengetahuan daan teknologi, memiliki jiwa estetis, etis, berbudi pekerti luhur, dan berkepribadian. Secara umum keberadaan PKB bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah/madrasah yang berimbas pada peningkatan mutu pendidikan. Secara khusus, tujuan PKB seperti dijelaskan oleh Dian Mahsunah, dkk. (2012) adalah, pertama meningkatkan kompetensi guru untuk mencapai standar kompetensi yang ditetapkan. Kedua, memutakhirkan komptensi guru untuk memenuhi kebutuhan guru dalam memfasilitasi proses belajar peserta didik dalam memenuhi tuntutan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni di masa mendatang. Ketiga, mewujudkan guru yang memiliki komitmen kuat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai tenaga profesional. Keempat, menumbuhkan rasa cinta dan bangga sebagai penyandang profesi guru, dan kelima, meningkatkan citra, harkat dan martabat profesi guru di masyarakat. Untuk melaksanakan PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) dapat ditempuh dengan banyak cara, antara lain melalui mentoring guru, peer teaching, meningkatkan keterampilan menulis, dan mengikuti seminar atau kegiatan ilmiah lainnya. Secara khusus teknik dan kita pengembangan keprofesian berkelanjutan dapat dilakukan dengan cara pengembangan diri (diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru), publikasi ilmiah (presentasi pada forum ilmiah, publikasi ilmiah, publikasi buku) dan menciptakan karya inovatif (menemukan teknologi tepat guna, menciptakan karya seni, membuat alat pelajaran, mengikuti pengembangan soal dan sejenisnya). Sesuai dengan amanat Konstitusi Pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pada Alinea IV bahwa, kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, … Keterkaitan dengan hal tersebut, maka kebijakan umum pembinaan dan pengembangan guru di Indonesia diawali dengan pascalahirnya Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, diikuti dengan beberapa produk hukum yang menjadi dasar implementasi kebijakan. Di dalam UU ini disebutkan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Profesionalisme guru sudah menjadi tuntutan masyarakat dunia. Pekerjaan guru tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan biasa tetapi sudah menjadi pekerjaan profesional. Maka profesionalisme diharapkan dapat menjadi bagian dari kepribadian guru sehingga ia dapat mengembangkan diri sendiri secara otonom. Adapaun motivasinya bukan dari orang lain tetapi berasal dari dalam jiwa seorang guru. Pembinaan dan Pengembangan profesi guru dapat dilakukan melalui 4 (empat) tahap untuk mewujudkan guru profesional yaitu, pertama penyediaan guru berbasis perguruan tinggi. Kedua, induksi guru pemula berbasis sekolah. Ketiga, profesionalisasi guru berbasis prakarsa institusi, dan keempat, profesionalisasi guru berbasis individu atau menjadi guru madani. Arah dan pengembangan profesi dan karir daripada lingkup profesi guru meliputi: Guru (guru mata pelajaran, guru kelas dan guru BK/BP), guru dengan tugas tambahan sebagai kepala sekolah, dan guru dalam jabatan pengawas satuan pendidikan. Kebijakan pembinaan dan pengembangan guru (profesional, bermartabat, dan sejahtera) meliputi langkah-langkah sebagai berikut: Pertama, kualifikasi, kompetensi, kinerja, kenaikan pangkat, karir, PKBG, harlindungan dan tunjangan. Kedua, rekruitmen, distribusi jumlah dan kualitas. Ketiga, rekonstruksi pendidikan akademik dan profesi guru. Keempat, standar dan pola rekruitmen mahasiswa calon guru (demand driven), intelektual, minat bakat dan sikap.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar